Air Murni di Dalam Kaktus

Jumat, 02 September 2011 | | 0 comments

Tanaman Kaktus termasuk golongan sukulen karena mampu menyimpan persediaan air di batangnya. Batangnya mampu menampung volume air yang cukup besar dan memiliki bentuk yang bervariasi. Untuk bertahan di daerah gurun yang gersang, kaktus memiliki metabolisme tertentu. Kaktus akan membuka stomatanya di malam hari ketika cuaca lebih dingin dibandingkan siang hari yang panas. Pada malam hari, kaktus juga mengambil CO2 dari lingkungan dan menyimpannya di vakuola untuk digunakan ketika fotosintesis berlangsung (terutama pada siang hari). Banyak spesies kaktus yang memiliki duri yang panjang serta tajam. Duri tersebut merupakan modifikasi dari daun dan dimanfaatkan sebagai perlindungan/proteksi terhadap herbivora. Bunga kaktus yang berfungsi dalam reproduksi tumbuh dari bagian ketiak atau areola dan melekat pada tumbuhan serta tidak memiliki tangkai bunga.

Peneliti dari University of South Florida menemukan bahwa air murni terbaik berada di pir kaktus berduri. Tumbuhan penghuni gurun ini sangat efektif dalam memindahkan sedimen dan bakteri dari air kotor. Walau tumbuhan ini banyak tumbuh di gurun, bukan berarti Kaktus tidak bisa tumbuh di tempat lain. Bahkan tumbuhan ini bisa hidup di seluruh tempat di dunia.

Ini bukanlah penelitian pertama yang membuktikan kemampuan tumbuhan kaktus itu. Pada abad 19 komunitas Meksiko  menggunakan kaktus sebagai perangkat untuk memurnikan air. Lapisan getah yang tebal pada kaktus yang menyimpan air adalah bagian yang bertanggung jawab untuk memurnikan air tersebut.

Kemudian para peneliti menyarikan getah dan menambahkan ke dalam air yang kotor karena sedimen dan bakteri. Getah mengakibatkan sedimen dan bakteri bergabung, kemudian mengendap di bagian bawah dan memisahkan 98 % bakteri di dalam air.

Komunitas di negara berkembang menggunakan kaktus di kehidupan sehari-hari. Mereka biasa merebus sepotong kaktus untuk mendapatkan getahnya kemudian menambahkan getah tersebut ke dalam air, sama halnya seperti yang dilakukan para peneliti.

Walaupun demikian masyarakat masih belum mengetahui akan hal ini. Sumber daya perlu dipersiapkan untuk mengembangkan penyebaran kaktus dan bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa air yang telah disaring ini benar-benar bebas bakteri. Dengan demikian maka air yang murah dan bersih dapat dijangkau jutaan orang yang kekurangan sumber daya alam ini.

0 komentar »

Posting Komentar

Silahkan ada yang mau bertanya atau menambahkan!

Laman

Mobile Phone

Computer

Linux

blogging