Nokia Siemens Bangun Jaringan 4G di Amerika

Rabu, 21 Juli 2010 | | 0 comments

Nokia Siemens Network memenangkan kontrak senilai US$7 miliar, setara Rp63 triliun, untuk pembangunan, instalasi, operasi, dan pemeliharaan jaringan LTE (long term evolution) selama delapan tahun di Amerika Serikat.

Jaringan LTE (4G) yang nantinya disebut dengan LightSquared akan menawarkan layanan LTE lengkap berbasis wholesale (grosir) pada para operator, tidak berencana untuk menjual langsung pada konsumen.

Jaringan LightSquared memiliki sejumlah tawaran pada mitra-mitranya, baik layanan via satelit maupun terestrial, atau keduanya sekaligus. Jaringan 4G ini diperkirakan mempunyai 40.000 CBS (cellular base station) yang akan menjangkau 92 persen populasi Amerika Serikat pada 2015.

Untuk merealisasikan semua itu, Nokia dibantu secara materiil oleh perusahaan finansial asal New York, Harbinger Capital Partners. Philip Falcone, pendiri sekaligus CEO Harbinger, sangat optimis permintaan untuk konektivitas broadband nirkabel akan meledak karena didorong perangkat baru dan mobile Internet.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Falcone melakukan sejumlah investasi melalui dana Harbinger, termasuk akuisisi SkyTerra Communications, yang kini resmi menjadi bagian dari LightSquared.

"Peluncuran LightSquared mencatat milestone yang sangat signifikan baik bagi industri maupun Harbinger sendiri. Dengan tim manajemen yang kuat dan mitra kelas dunia untuk membangun dan mengelola jaringan LTE ini," kata Falcone, yang dikutip Cellular News, Rabu 21 Juli 2010.

"Bisnis ini sangat menjanjikan dan menjadi kunci di masa depan. Permintaan akses broadband nirkabel tumbuh sangat pesat dan membutuhkan pembangunan jaringan dan kapasitas yang cepat pula. Di samping itu, LightSquared juga akan memberi kontribusi signifikan untuk lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi AS," terang Falcone.

Untuk menangani LightSquared, Falcone menunjuk CEO Orange, Sanjiv Ahuja, untuk memimpin LightSquared beberapa tahun ke depan sebagai chairman dan CEO.

LightSquared akan mengoptimalisasi aset spektrum nasional pada frekuensi 59MHz, posisi spektrum yang menguntungkan bagi Falcone. Dengan tambahan aset senilai US$2,9 miliar oleh Harbinger dan afiliasinya untuk tahap awal, LightSquared mencatat hutang sekaligus dan pendanaan ekuitas sampai dengan US$1,75 miliar, atau setara Rp15,7 triliun.


referensi: vivanews

0 komentar »

Posting Komentar

Silahkan ada yang mau bertanya atau menambahkan!

Laman

Mobile Phone

Computer

Linux

blogging