Membaca di Cahaya Redup

Senin, 16 Mei 2011 | | 0 comments


Mungkin sebagian besar dari anda mengira bahwa membaca di ruangan gelap/redup dapat merusak mata. Tetapi yang sebenarnya terjadi adalah tidak, mata hanya akan mengalami ketegangan. Biasanya anak-anak membaca buku cerita, komik, atau buku lainnya sebelum tidur. Dengan hanya ditemani cahaya lampu di kamar mereka. Sesungguhnya anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut tidak akan merusak mata, asalkan hal tersebut tidak terjadi secara terus-menerus. Dan sebaikya kita membaca di kondisi cahaya yang tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Sabtu (10/7/2010) sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal diungkapkan bahwa:
membaca di bawah cahaya rendah tidak merusak mata, tapi menyebabkan ketegangan mata. Karena ketika seseorang membaca atau berjalan di cahaya redup, maka mata akan menyesuaikan dengan beberapa cara.

Yang sebenarnya terjadi ialah:
  1. Retina mata akan mulai memproduksi zat kimia yang lebih sensitif terhadap cahaya, bahkan zat kimia ini dapat mendeteksi cahaya yang dikonversikan ke sinyal listrik serta mengirimkan sinyal ke otak.
  2. Iris otot menjadi rileks sehingga menyebabkan pembukaan mata. Hal ini memungkinkan mata untuk mengumpulkan cahaya sebanyak mungkin, sehingga sel-sel saraf retina bisa beradaptasi dengan cahaya rendah agar retina mata bisa bekerja pada cahaya rendah.

Ketika kita membaca di tempat yang redup, kita akan kesulitan untuk fokus, dan membuat mata harus bekerja keras untuk bisa memisahkan kata dan mata menjadi lebih tegang. Apabila mata bekerja keras untuk waktu yang terlalu panjang, maka mata akan menjadi lelah. Kondisi ini dapat mengakibatkan beberapa efek fisik seperti mata sakit, gatal, sakit kepala, nyeri punggung dan leher serta penglihatan berkurang. Selain itu terkadang seseorang jarang berkedip karena terlalu fokus pada satu objek, sehingga kemungkinan bisa mengalami mata kering dan rasa tidak nyaman.

http://www.funktionalley.com/se/netset/ib/web/P01.m4n?t=m&id=12177
Bila kondisi ini berlangsung secara terus menerus, maka ketegangan mata akan semakin meningkat. Dan jika gejala yang dialami tidak berkurang, kemungkinan orang tersebut memiliki masalah mendasar seperti rabun jauh.


Sebagian besar beranggapan bahwa membaca di cahaya redup menyebabkan kerusakan permanen, kemungkinan karena seseorang sudah memiliki masalah mendasar mengenai rabun jauh dan ditambah dengan terjadinya ketegangan mata.

Karena itu sebaiknya kita membaca di tempat yang memiliki  cahaya yang baik, yaitu cahaya yang tidak terlau redup tapi juga tidak terlalu silau sehingga mata tidak mengalami ketegangan. Selain itu usahakan untuk sering berkedip jika terlalu fokus pada suatu objek dan lihatlah ke luar jendela atau ke objek lainnya setiap 15-30 menit.



0 komentar »

Posting Komentar

Silahkan ada yang mau bertanya atau menambahkan!

Laman

Mobile Phone

Computer

Linux

blogging