Edwin Vandenberg

Selasa, 30 Agustus 2011 | , , | 0 comments

Pada tahun 2003 Edwin Vandenberg yang usianya senja (84 tahun) mendapat penghargaan Medali Priestly, penghargaan tertinggi dari American Chemical Society. Penghargaan ini sangat terkenal di kalangan ilmuwan kimia organik, tidak kalah bergengsi dengan hadiah Nobel.

Vandenberg kimiawan dari Arizona State University itu dikenal atas hasil kerjanya di perusahaan Hercules di tahun 1950-1970-an, termasuk di antaranya penemuan isotaktik polipropilen dan pengembangan katalis tipe Ziegler untuk memproduksinya. Ia pun menemukan metode transfer berantai hidrogen untuk mengontrol berat molekul poliolefin, yang kemudian berguna untuk memproduksi molekul ini.

Walaupun latar belakang pendidikan S1-nya adalah di bidang teknik mekanika. Ia berhasil membuat katalis alkylaluminoxane yang berguna untuk membuka cincin polimer epoxides dan oxetanes untuk membentuk elastomer polyether. Dengan kata lain, berkat kontribusinya di bidang ilmu kimia polimer inilah dia dianugerahi penghargaan Medali Priestly.

Vandenberg lahir pada tanggal 13 September 1918 dan besar di daerah Hawthorne, New Jersey, tidak begitu jauh dari kota metropolitan New York. Ia tertarik pada dunia kimia sejak masih kecil. Kisahnya, sewaktu Vandenberg remaja Edwin melihat temannya Gordon Hoffman mempunyai lab kimia kecil-kecilan di rumahnya. Maka Iapun akhirnya membuat lab sendiri. Dia jadi tertarik dengan berbagai eksperimen kimia dan banyak membaca buku mengenai kimia. Satu eksperimen yang dia pernah lakukan hampir saja membuat dia cedera. Satu hari, Hoffman dan Vandenburg memutuskan untuk membuat logam mangan dari suatu reaksi kimia. Cara yang mereka tempuh adalah dengan membakar campuran bubuk oksida mangan dan bubuk logam aluminium di sebuah tempat untuk melebur metal. Mereka memperhatikan dengan seksama, ketika tiba-tiba terjadi reaksi kimia yang disusul oleh cahaya terang tepat di depan muka mereka dan di hadapan mata mereka yang tidak terlindungi. Vandenberg mengakui, “Tindakan kami saat itu memang ceroboh. Untung saja kami tidak cedera.” Walaupun begitu, reaksi kimia yang mereka kerjakan membuahkan hasil. Mereka menemukan kepingan-kepingan logam mangan.

Ketika akhirnya Vandenberg kuliah, atas saran orang tuanya, dia belajar di Stevens Institute of Technology, sebuah perguran tinggi teknik yang letaknya di Hoboken, New Jersey. Walau jurusan teknik mekanika bukan tujuan awal jurusan yang ingin dipilih, dia akhirnya belajar dan lulus S1 sebagai sarjana teknik, bukan di bidang kimia. Tapi masa kuliahnya di Stevens bukan tanpa kimia. Setahun sebelum lulus, dia mengerjakan riset kimia organik dengan salah satu dosennya. Karena dia tidak mempunyai latar belakang kimia organik, dosen pembimbingnya memberikan banyak les di mata kuliah tersebut. Vandenberg kemudian memutuskan untuk mengambil mata kuliah kimia organik sambil terus bekerja di lab prof. Francis J. Pond. Dari pengalamannya menjadi research assistant ini dan rekomendasi dari prof. Pond dia mendapat posisi sebagai periset kimia di perusahaan Hercules Powder Co. Di perusahaan inilah Vandenberg diberikan keleluasaan untuk melakukan riset di bidang-bidang yang dia anggap penting dan menarik. Dia berkisah, “Banyak proyek yang tidak pernah dikembangkan secara komersial, walau ada beberapa yang hampir jadi. Tapi saya mendapatkan banyak paten. Sebagai kimiawan industrialis, sangat susah untuk menerbitkan [hasil riset] secara tepat waktu. Tapi akhirnya saya berhasil menerbitkan beberapa hasil kerja saya.”

referensi:chem-is-try.com

0 komentar »

Posting Komentar

Silahkan ada yang mau bertanya atau menambahkan!

Laman

Mobile Phone

Computer

Linux

blogging